Ganjil Genap Aktif Lagi, PSI: Mungkin Pak Anies Lelah dan Bingung

Jakarta, – Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kembali kebijakan ganjil-genap di tengah pandemik COVID-19 atau virus corona menuai kritik. Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menilai kebijakan untuk memberlakukan kembali ganjil-genap ini kontra produktif dengan penanganan pandemik COVID-19.

Sekretaris fraksi PSI Anthony Winza menduga kebijakan ganjil-genap ini hanya memikirkan transportasi, namun mengabaikan kesehatan masyarakat. Dia menyarankan agar Pemprov DKI mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, bukan berpikir secara sektoral.

“Di tengah pandemik begini, buat apa memaksakan ganjil-genap? Mungkin Pak Anies lelah dan bingung, sehingga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang saya rasa bertentangan dengan logika akal sehat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2020).

1. PSI sebut ganjil-genap dapat meningkatkan penyebaran virus corona

Ganjil Genap Aktif Lagi, PSI: Mungkin Pak Anies Lelah dan BingungAnthony Winza Probowo PSI (/Gregorius Aryodamar P)

Anthony mengatakan bahwa Dishub DKI Jakarta menerapkan kebijakan ganjil-genap untuk menekan mobilitas masyarakat. Namun, menurutnya pada masa pandemik seperti saat ini transportasi umum memiliki risiko penularan tinggi.

“Oleh karena itu, kebijakan ganjil genap justru akan meningkatkan penyebaran virus,” katanya.

Baca Juga: Ini Alasan Pemprov DKI Aktifkan Kembali Ganjil Genap pada 3 Agustus

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Pengakuan Korban Fetish Kain Jarik, Awalnya Kasihan Malah Dilecehkan
  • Heboh Rambut Pasha ‘Ungu’, Kemendagri: Gak Ada Aturannya, Gak Masalah
  • Muhammadiyah: Nadiem Datang Minta Maaf dan Janji Evaluasi POP

2. Masyarakat dikawatirkan berdesakkan di transportasi umum

Ganjil Genap Aktif Lagi, PSI: Mungkin Pak Anies Lelah dan BingungAntrean di Stasiun KRL Citayam, Senin (6/6/2020) (/Dwifantya Aquina)

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini mengakui lalu-lintas di Jakarta mulai macet. Namun, pandemik COVID-19 belum terkendali bahkan lebih parah dari masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Jika ganjil-genap diberlakukan, maka akan semakin banyak warga Jakarta yang berdesak-desakan di transportasi umum. Kebijakan ini sangat membingungkan,” jelasnya.

3. Dishub DKI Jakarta jamin keamanan transportasi umum

Ganjil Genap Aktif Lagi, PSI: Mungkin Pak Anies Lelah dan BingungKepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo (/Aryodamar)

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo sebelumnya berani menjamin keamanan masyarakat pengguna transportasi umum di ibu kota dari pandemik COVID-19. Sebab, menurutnya protokol kesehatan di layanan angkutan umum merupakan yang terbaik.

“Seperti tadi saya sampaikan, dari hasil survei kami, pelaksanaan protokol kesehatan terbaik ada di layanan angkutan umum (MRT, LRT, TransJakarta) dan harapannya ini menjamin keselamatan warga,” ujar Syafrin dalam sosialisasi ganjil-genap di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu (2/8/2020).

Baca Juga: Tenang Guys! 3 Hari Pertama Ganjil-Genap di Jakarta Gak Bakal Ditilang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *