Biaya Perawatan dan Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 di Rumah Sakit

Jakarta, – Sejumlah rumah sakit kebanjiran pasien semenjak COVID-19. Namun belakangan muncul informasi miring terkait rumah sakit ‘nakal’ yang ‘bermain’ data pasien virus corona di media sosial (Medsos).

Kabar miring ini bahkan diungkapkan sendiri oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Said Abdullah, kepada Menteri Kesehatan Terawan, bahwa ada sejumlah rumah sakit ‘nakal’ yang mengeruk keuntungan sampai ratusan juta Rupiah dengan cara mengklaim pasien meninggal karena COVID-19. Sebenarnya berapa sih biaya perawatan pasien COVID-19? Berikut ulasannya:

Baca Juga: Pakar Virologi Unud Prediksi Desember Kasus COVID-19 di Bali Meningkat

1. Kemenkes ini telah disempurnakan

Biaya Perawatan dan Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 di Rumah SakitTerawan dalam Rapat Terbatas yang dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (21/7/2020) (Dok. /Biro Pers Kepresidenan)

Teknis klaim biaya pelayanan pasien penyakit infeksi emerging (PIE), termasuk COVID-19, telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK.01/07/MENKES/446/2020. Keputusan Menteri Kesehatan ini merupakan penyempurnaan dari KMK sebelumnya, Nomor HK.01/07/MENKES/238/2020.

“Pada KMK yang baru dirincikan peran dan fungsi dari kementerian/lembaga dan badan yang terlibat, yakni rincian peran dan fungsi dari Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, dan rumah sakit,” demikian bunyi KMK yang
dilansir dalam situs resmi Kemenkes, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga: Langkah Bali Segera Buka Wisata untuk Wisdom Dikritik Pakar Virologi 

2. Berikut kriteria pasien rawat jalan dan rawat inap yang dapat mengajukan klaim biaya perawatan:

Biaya Perawatan dan Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 di Rumah SakitANTARA FOTO/Fauzan

KMK baru yang dikeluarkan Kamis 23 Juli 2020, menerangkan biaya pasien yang dirawat dengan penyakit infeksi emerging (PIE) tertentu dapat diklaim melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes. Klaim biaya ini berlaku bagi pasien yang dirawat di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu. Kriteria pasien rawat jalan yang mengajukan klaim biaya perawatannya adalah:

a. Pasien suspek dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax. Bukti x-ray foto thorax dikecualikan bagi ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu, yaitu kondisi tidak dapat dilakukan pemeriksaan x-ray foto thorax seperti pasien gangguan jiwa, gaduh gelisah, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari DPJP.

b. Pasien konfirmasi COVID-19 dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR dari rumah sakit atau dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

2. Kriteria pasien PIE rawat inap yang bisa diklaim biaya perawatannya
Keputusan Menkes, Begini Cara RS Klaim Biaya Perawatan Pasien COVID-19.
Berikuti ini kriteria pasien PIE rawat inap yang dapat diklaim biaya pelayanannya:

a. Pasien suspek dengan usia 60 (enam puluh) tahun dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, pasien usia kurang dari 60 (enam puluh) tahun dengan komorbid/penyakit penyerta, dan pasien ISPA berat/peneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

b. Pasien probable

c. Pasien konfirmasi yang terbagi menjadi:

1) Pasien konfirmasi tanpa gejala, yang tidak memiliki fasilitas untuk isolasi mandiri di tempat tinggal atau fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala Puskesmas.

2) Pasien konfirmasi tanpa gejala dengan komorbid/penyakit penyerta.

3) Pasien konfirmasi dengan gejala ringan, sedang, berat/kritis.

d. Pasien suspek/probable/konfirmasi dengan co-insidens.

3. Daftar pelayanan penanganan pasien COVID-19 yang dibiayai:

Biaya Perawatan dan Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 di Rumah SakitIlustrasi pasien COVID-19 (/Sukma Shakti)

  1. Administrasi pelayanan
    Akomodasi (kamar dan pelayanan di ruang gawat darurat, ruang rawat inap, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi)
  2. Jasa dokter
  3. Tindakan di ruangan,
  4. Pemakaian ventilator
  5. Penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi sesuai dengan indikasi medis)
  6. Bahan medis habis pakai
    Obat-obatan, 
  7. Alat-alat termasuk penggunaan APD di ruangan
    Ambulans rujukan
  8. Pemulasaran jenazah
    Pelayanan kesehatan lain sesuai indikasi medis.

4. Berikut ini biaya pelayanan pasien COVID-19 tanpa dan dengan komplikasi. Biaya ini belum termasuk penanganan jenazah jika pasien COVID-19 meninggal

Biaya Perawatan dan Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 di Rumah SakitIlustrasi pasien COVID-19 (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Biaya pasien COVID-19 tanpa komplikasi:

1. ICU dengan ventilator Rp15,5 juta
2. ICU tanpa ventilator Rp12 juta
3. Isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta
4. Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp7,5 juta
5. Isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta
6. Isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator Rp75 juta

Biaya pasien COVID-19 tanpa komplikasi:

1. ICU dengan ventilator Rp16,5 juta
2. ICU tanpa ventilator Rp12,5 juta
3. Isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta
4. Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp9,5 juta
5. Isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta
6. Isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator Rp9,5 juta.

Semua komponen biaya tersebut belum termasuk penanganan jenazah jika pasien COVID-19 meninggal.

5. Biaya pemulasaran jenazah pasien COVID-19:

Biaya Perawatan dan Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 di Rumah SakitIlustrasi pemakaman positif corona (/Candra Irawan)

1. Pemulasaraan Jenazah Rp550.000
2. Kantong Jenazah Rp100.000
3. Peti Jenazah Rp1.750,000
4. Plastik Erat Rp260.000
5. Desinfektan Jenazah Rp100.000
6. Transport mobil jenazah Rp500.000
7. Desinfektan mobil jenazah Rp100.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *