Penghasilan Rp20 Ribu/Hari, Badut Jalanan Ini Masih Jadi Donatur Panti & Orang Susah

Di antara ketidakpastian hidup, rupanya masih ada orang yang berhati mulia. Salah satunya adalah Rinno, seorang warga Yogyakarta ini kini tengah menjadi perbincangan warganet di media sosial.

Bagaimana tidak, meski ia hanya bekerja sebagai badut jalanan dan berpenghasilan Rp20 ribu per hari, namun ia tetap berjuang keras untuk membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kerap berbagi makanan dengan orang jalanan.

Berikut cerita lengkap mengenai sosok yang berhati mulia tersebut.

1 dari 7 halaman

Rela Berpanas-panasan di Lampu Merah

Nama Rinno secara mencuat seiring dengan munculnya cuitan dari akun Twitter @kitabisacom. Di sebuah video yang berdurasi 47 detik tersebut memperlihatkan perjuangan Rinno yang rela menggunakan kostum badut untuk mendapatkan penghasilan sehari-hari.

badut jalanan ini masih jadi donatur panti amp orang susah

Twitter/@kitabisacom ©2020

“Badut jalanan di Jogja ini gak peduli ada banyak orang yang ejek dirinya karena ia bekerja membawa misi mulia. Setiap hari mas Rinno bekerja di bawah terik matahari penghasilannya Rp 20 ribu sehari,” tulis sang pengunggah video.

2 dari 7 halaman

Bantu Panti Jompo

Meski hanya berpenghasilan Rp20 ribu per hari, namun pria tersebut memiliki tujuan yang mulia. Ia diketahui kerap membantu 300 ODGJ di sebuah panti dengan mendonasikan hartanya atau pun hanya sekadar dengan menghibur mereka.

badut jalanan ini masih jadi donatur panti amp orang susah

Twitter/@kitabisacom ©2020

“Tapi ia tak hanya nafkahi anak dan istrinya melainkan bantu 300 ODGJ di panti. Mas Rinno bahkan sempat gadai hartanya demi penuhi kebutuhan panti,” tambahnya.

3 dari 7 halaman

Beri Makan Orang Jalanan

Kebaikan hati Rinno tak hanya sampai di sana. Dalam video tersebut pun nampak ia tengah berbagi rejeki dengan orang-orang yang membutuhkan. Sembari tersenyum lega, sesekali ia pun terlihat menyuapi orang yang tengah ia bantu.

badut jalanan ini masih jadi donatur panti amp orang susah

Twitter/@kitabisacom ©2020

“Selama masa pandemi ini ia juga suka berbagi,” lanjutnya.

4 dari 7 halaman

Pesan Inspiratif

Pada akhir video, Rinno pun menyampaikan pesan yang begitu menohok. Baginya, berbagi bukanlah suatu hal yang dapat membuat seseorang menjadi jatuh miskin.

badut jalanan ini masih jadi donatur panti amp orang susah

Twitter/@kitabisacom ©2020

“Berbagi itu ngga ada ruginya, ngga bikin kita jadi miskin,” ucapnya.

5 dari 7 halaman

Reaksi Haru Warganet

Aksinya yang mulia ini banyak mendapatkan pujian dari warganet. Mereka pun kagum terhadap perilaku yang ditunjukkan Rinno tersebut.

badut jalanan ini masih jadi donatur panti amp orang susah

Twitter/@kitabisacom ©2020

“Terima kasih Mas Rinno atas kebaikan hatinya, Tuhan balaskan yang terbaik untuk mas dan keluarga, terima kasih juga menjadi pelajaran bagi kami yang masih sering merasa kekurangan dalam kelebihan ini,” tulis @dindacaesarria.

“Ya Allah respect banget sih sama cowo kaya gini daripada yang Cuma nongkrong-nongkrong nggak jelas,” tulis @_maa06_.

“Dia memiliki kekayaan yang tidak dimiliki kebanyakan orang, yaitu hatinya yang kaya,” tulis @tarunawirak.

6 dari 7 halaman

Banyak Didoakan

Selain mendapatkan pujian, Rinno pun juga banyak mendapatkan doa tulus dari warganet.

badut jalanan ini masih jadi donatur panti amp orang susah

Twitter/@kitabisacom ©2020

“Panjang umur yo mas sehat selalu,” tulis @ronynurrohman__.

“Panjang umur mas roni dan orang baik lainnya,” tulis @rdwica_.

“Kalo kayak gitu sih kamu nggak akan pernah jadi miskin mas rinno. Kamu akan semakin kaya raya dengan berkah dan pahala dan rejeki yang pastinya nanti akan balik ke kamu berkali kali lipat. Sehat terus,” tulis @ayiisantoso.

7 dari 7 halaman

Video Viral

Berikut video yang menampakkan kemuliaan hati dari seorang pria yang bernama Rinno.

Video ini bakal bikin persepsimu tentang badut di jalanan berubah.

Salut banget buat Mas Rinno! 🤡 pic.twitter.com/2N2f6mvCaw

— Kitabisa (@kitabisacom) July 29, 2020

[mta]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *