[UPDATE] Naik Lagi! 60 Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI

Jakarta, – Satgas Penanganan COVID-19 merilis perkembangan data per Jumat (31/7/2020), jumlah orang dengan status suspek COVID-19 di Indonesia bertambah menjadi 60.739. Sedangkan sehari sebelumnya, orang berstatus suspek COVID-19 adalah 53.723.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 30 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga 31 Juli 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang sudah dites COVID-19 berjumlah 28.562 spesimen.

1. Kasus positif COVID-19 di Indonesia naik 2.040 hari ini

Naik Lagi! 60 Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI”] Tes swab massal yang dilakukan oleh RRI Surabaya. Dokumentasi RRI Surabaya

Dari jumlah pemeriksaan spesimen tersebut, Kasus positif COVID-19 naik 2.040 hari ini. Dengan demikian, kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 108.376.

Sedangkan peningkatan angka kematian juga terjadi di Indonesia, menjadi 5.131 kasus. Walaupun demikian, kasus sembuh juga terus naik dan sekarang berada di angka 65.907 orang.

Baca Juga: Jokowi: Idul Adha Datang Saat Kita Sedang Diuji Pandemik COVID-19 

2. Sebaran COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia

Naik Lagi! 60 Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI”] /Debbie Sutrisno

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 415 kasus
2. Bali 3.407 kasus
3. Banten 1.835 kasus
4. Bangka Belitung 193 kasus
5. Bengkulu 217 kasus
6. Yogyakarta 674 kasus
7. DKI Jakarta 21.399 kasus
8. Jambi 162 kasus
9. Jawa Barat 6.532 kasus
10. Jawa Tengah 9.516 kasus
11. Jawa Timur 22.089 kasus
12. Kalimantan Barat 387 kasus
13. Kalimantan Timur 1.426 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.729 kasus
15. Kalimantan Selatan 6.098 kasus
16. Kalimantan Utara 283 kasus
17. Kepulauan Riau 447 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 2.065 kasus
19. Sumatera Selatan 3.417 kasus
20. Sumatera Barat 948 kasus
21. Sulawesi Utara 2.580 kasus
22. Sumatera Utara 3.931 kasus
23. Sulawesi Tenggara 782 kasus
24. Sulawesi Selatan 9.422 kasus
25. Sulawesi Tengah 207 kasus
26. Lampung 255 kasus
27. Riau 445 kasus
28. Maluku Utara 1.530 kasus
29. Maluku 1.093 kasus
30. Papua Barat 433 kasus
31. Papua 3.059 kasus
32. Sulawesi Barat 230 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 145 kasus
34. Gorontalo 1.015 kasus

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Pengakuan Korban Fetish Kain Jarik, Awalnya Kasihan Malah Dilecehkan
  • Heboh Rambut Pasha ‘Ungu’, Kemendagri: Gak Ada Aturannya, Gak Masalah
  • Muhammadiyah: Nadiem Datang Minta Maaf dan Janji Evaluasi POP

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

3. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Naik Lagi! 60 Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI”] Ilustrasi Ruang Kantor (/Besse Fadhilah)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan penyebaran virus COVID-19 dapat melalui udara dan hal itu melalui bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai sejak awal kemunculan COVID-19.

“Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19) bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang,” ujarnya saat dihubungi , Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

“Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer,” jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

“Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan,” imbuhnya.

Baca Juga: [LINIMASA-3] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *