Risma Minta Warga Rela Berkorban untuk Mematuhi Protokol COVID-19

Surabaya, – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap agar warganya meneladani nilai pengorbanan yang ada dalam sejarah Idul Adha. Nilai pengorbanan ini pun ia minta untuk diimplementasikan pada masa pandemik COVID-19, terutama dalam penerapan protokol COVID-19.

1. Nilai pengorbanan dalam Idul Adha harus diteladani

Risma Minta Warga Rela Berkorban untuk Mematuhi Protokol COVID-19Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengunjungi anak-anak korban pencabulan, Sabtu (11/7/2020). Dok Humas Polres Tanjung Perak

Risma menuturkan bahwa keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam melakukan kurban merupakan contoh luar biasa yang harusnya diteladani hingga saat ini. Saat itu Nabi Ibrahim rela mengikhlaskan putranya untuk disembelih. Namun saat akan disembelih, tiba-tiba putra yang bernama Ismail itu digantikan oleh Allah SWT dengan seekor domba.
 
“Kita diberikan contoh yang sangat luar biasa. Saat itu Nabi ikhlas dan tulus untuk melakukan kurban. Sekalipun pada sesuatu yang amat disayangi. Semua itu dilakukannya demi mencari rida Allah SWT,” ujar Risma melalui siaran pers Humas Pemkot Surabaya, Jumat (31/7/2020).

2. Pengorbanan dengan ikhlas harus diteladani

Risma Minta Warga Rela Berkorban untuk Mematuhi Protokol COVID-19Kambing di tempat pemotongan hewan kurban (/Feny Maulia Agustin)

Risma pun mengajak warganya untuk memanfaatkan momen ini dengan belajar dan mengerti makna berkurban. Terutama di tengah pandemik COVID-19, saat di mana warga yang berkurban merasakan bagaimana harus rela, ikhlas, serta tulus untuk berdonasi atau berkurban.

“Apalagi warga atau saudara kita yang terdampak pandemik. Banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan dengan ikhlas,” tuturnya.

Baca Juga: Tanam Padi hingga Talas, Cara Risma Jaga Ketahanan Pangan 

3. Pengorbanan bisa dengan menaati protokol

Risma Minta Warga Rela Berkorban untuk Mematuhi Protokol COVID-19Ilustrasi virus corona (/Arief Rahmat)

Salah satu pengorbanan yang harusnya diterapkan di tengah pandemik COVID-19 adalah untuk tetap menaati protokol kesehatan. Meski protokol seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menaati jam malam terasa berat, namun Risma menganggap hal tersebut adalah contoh pengorbanan yang nyata dan berdampak besar bagi bangsa dan negara saat ini.

“Karena itu, mari kita mulai pengorbanan ini dengan mematuhi protokol-protokol kesehatan tertama memakai masker,” tuturnya.

Baca Juga: Risma Bentuk Tim Baru Gantikan Gugus Tugas Penanganan COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *