Positivity Rate Jakarta di Atas 5 Persen 2 Pekan Terakhir, Lewati Angka Batasan WHO

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan rasio jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 atau positivity rate di DKI Jakarta meningkat dalam dua pekan terakhir. Bahkan, lebih tinggi dari target Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sebesar 5 persen.

“Dua pekan terakhir angkanya di atas 5 persen. Ini berarti ini alarming kalau saya bilang,” kata Dewi saat mengisi Talk Show Covid-19 Dalam Angka yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Rabu (29/7).

Padahal lima pekan sebelumnya, positivity rate di DKI Jakarta menunjukkan kemajuan. Pekan kedua Juni lalu positivity rate Covid-19 di ibu kota sebesar 4,4 persen, kemudian 3,07 persen dan 3,71 persen.

Dewi menuturkan, meningkatnya positivity rate belakangan ini harus menjadi atensi semua pihak. Terutama masyarakat harus patuh menjalankan protokol kesehatan, baik menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

“Berarti ada yang harus ditingkatkan dari masyarakat Jakarta agar protokol kesehatan lebih diterapkan kembali,” ucapnya.

Meski positivity rate meningkat, Dewi menyebut pemeriksaan spesimen Covid-19 di DKI Jakarta sudah melampui target WHO. WHO menargetkan pemeriksaan spesimen dilakukan sebanyak 1.000 per 1.000.000 penduduk dalam waktu satu minggu.

“Per 4 sampai 10 Juni 21.000 per minggu, ini sudah melebihi dua kali ekspektasi WHO. Kemudian bertambah lagi 27.000 dan dua pekan terakhir meningkat sampai dengan 40.000 pemeriksaan dalam waktu satu minggu,” jelasnya.

Sebagai informasi, total kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta telah menembus 19.995 orang. Terjadi peningkatan sebanyak 409 kasus dari Senin (27/7) yang berjumlah 19.592. [gil]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *