Periksa 2.891 Perkantoran, Disnaker DKI Tutup 8 Kantor Akibat Covid-19

Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta secara intensif mendatangi sejumlah perkantoran untuk mengonfirmasi temuan kasus positif Covid-19 di tiap kantor. Hingga saat ini, 2.891 perkantoran dilakukan pemeriksaan.

Kepala Disnaker Andri Yansyah mengatakan dari jumlah perkantoran yang telah diperiksa, sebanyak 351 perkantoran diberi peringatan pertama. Pada tahap ini, perkantoran diberikan peringatan secara tertulis oleh Disnaker. Kemudian, 101 perkantoran dijatuhi peringatan kedua secara tertulis.

Andri menambahkan, ada 8 perkantoran yang akan ditutup sementara waktu.

“8 (perkantoran) kita lakukan penutupan saat ini. Nanti sore mungkin ada tambahan karena ada informasi di (Jakarta) timur ada dua , tetapi kami betul-betul harus menyakini dulu memang ada karyawannya yang terpapar,” ujar Andri, Rabu (29/7).

Sementara untuk identitas perkantoran atau perusahaan yang dijatuhi peringatan Andri mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mempublikasi.

Dia sebelumnya mengingatkan perkantoran untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya yaitu, membentuk tim gugus tugas, kapasitas kantor tidak melebihi 50 persen, menyediakan sanitasi.

Selain itu ia juga meminta agar seluruh perkantoran jujur menyampaikan informasi adanya kasus konfirmasi positif Covid-19.

“Kita minta ada kerja sama dari perusahaan, jangan ditutup-tutupi, toh juga kita tidak melakukan apa-apa kok. Malahan, buat perusahaan itu sehat dan bisa beraktivitas kembali,” ucap Andri, Selasa (28/7).

Andri mengakui, Dinas Tenaga Kerja tidak akan sanggup untuk mengawasi protokol kesehatan di seluruh perkantoran di Jakarta karena keterbatasan personel. Untuk itu, dia berharap agar setiap kantor dibentuk gugus tugas, dan jujur terkait adanya temuan kasus untuk mempermudah Pemprov melakukan pelacakan dan isolasi sementara kantor tersebut dan disterilisasi.

Dia juga mengimbau agar seluruh karyawan dan manajemen perkantoran tidak takut untuk melakukan tes Covid-19.

“Makanya saya minta kepada perusahaan, perkantoran, betul-betul mengaktifkan yang namanya gugus tugas internal perusahaan. Terus jangan takut dilakukan pengetesan, jangan takut melakukan pelaporan kalau ada karyawan terpapar,” tandasnya.

1 dari 1 halaman

Diketahui ratusan karyawan di sejumlah perkantoran di Jakarta diketahui terpapar Covid-19. Informasi itu dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Dwi Oktavia.

Dia menyebutkan berdasarkan data yang ada saat ini jumlah karyawan yang terpapar Covid-19 sudah mencapai 440 orang di 68 perkantoran.

“Iya benar, itu menjadi kewaspadaan kita bersama,” kata Dwi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (27/7).

Dia mengimbau agar perusahaan dan karyawan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Mulai dari penggunaan masker, jaga jarak aman, hingga kapasitas ruangan.

“Saat makan siang jangan berkerumun, ngobrol berhadap-hadapan dalam jarak dekat, harus sering cuci tangan. Kalau tidak enak badan jangan masuk kerja,” ucapnya.

Selain itu, dia juga mengimbau agar perkantoran yang memiliki akses jendela dapat dibuka setiap beberapa waktu. Hal tersebut guna menjaga sirkulasi udara di ruangan kerja.

[fik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *