Masuk Zona Hijau, Sekolah SMA/SMK di 27 Kecamatan Garut Bakal Belajar Tatap Muka

Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Garut tengah membuat instrumen untuk memeriksa kesiapan sekolah menggelar belajar tatap muka bagi pelajar SMA/SMK. Hal tersebut dilakukan setelah 28 kecamatan di Kabupaten Garut dinyatakan sebagai zona hijau Covid-19.

Kepala KCD Wilayah XI Garut, Asep Sudarsono mengatakan, sesuai prosedur, kegiatan pembelajaran tatap muka harus ada izin dari orangtua dan kesiapan sekolah. Kesiapan sekolah adalah sarana yang harus disiapkan untuk menunjang diterapkannya protokol kesehatan.

“Selain itu SDM (sumber daya manusia) dan kurikulum akan diverifikasi dulu,” katanya, Rabu (29/7).

Saat ini, diungkapkan Asep, di Kabupaten Garut ada 27 kecamatan yang masuk zona hijau. Meski begitu, tidak semua sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

“Harus ada syarat yang dipenuhi. Harus konfirmasi ke sekolah, apakah siap lakukan AKB (adaptasi kebiasaan baru). Soalnya untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Ia menjelaskan, 27 kecamatan yang masuk zona hijau di wilayah selatan, seperti Cikelet, Talegong, hingga daerah Rancabuaya. Untuk utara Garut, mulai Leles, Limbangan, Cibiuk, dan Malangbong. Sedangkan kawasan perkotaan baru Samarang dan Tarogong Kidul saja yang bisa melakukan sekolah tatap muka.

Untuk merekap kesiapan sekolah sendiri, pihaknya memerlukan waktu sampai tiga pekan. Namun meski kemudian sudah selesai melakukan perekapan, pihaknya tetap harus menunggu instruksi dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

“Kami juga tentu harus berkoordinasi juga dengan Pemkab Garut. Nanti analisis siswa berasal dari mana untuk pemetaannya. Siswa yang sakit tidak diberi izin untuk sekolah. Dan dalam sekolah tatap muka, paling penting harus disiapkan sarana protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, penyediaan tempat cuci tangan, dan jaga jarak saat siswa belajar,” tutup Asep.

[fik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *