Kerjasama JKN Sumbang 20 Persen Pendapatan Divisi Biopharma PT Merck Tbk

Partisipasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kontribusi 20 persen terhadap pendapatan divisi biopharma PT Merck Tbk pada tahun 2019. Hal itu diungkapkan Presiden Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin dalam laporan keuangan perusahaan semester I-2020.

“Menariknya 20 persen bisnis (Biopharma) kita dari JKN,” kata Evie dalam Webinar Public Expose PT Merck Tbk secara virtual, Jakarta , Rabu (29/7).

Selain itu, kerja sama dengan pemerintah ini diperpanjang sampai Desember tahun 2020. Perpanjangan kontrak kerja sama ini memicu perusahaan untuk menyiapkan senjata digital untuk memasarkan produk obat buatannya.

“Ini bisa memicu kita dan senjata digital kita sudah siap untuk ini,” kata dia.

Evie memaparkan divisi Biopharma mengungguli pasar dengan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 16 persen di tahun 2019. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan pasar obat resep dan industri farmasi yang masing-masing hanya tumbuh sebesar 3,6 persen dan 2,9 persen.

Pencapaian ini mendorong kontribusi divisi Biopharma untuk perusahaan yaitu dari 45 persen di tahun 2018 menjadi 74 persen di tahun 2019. Meski begitu, Evie tetap berupaya meningkatkan penetrasi bisnis di sektor swasta melalui program M-CARE. Lalu bekerja sama dengan rumah sakit agar pasien bisa mendapatkan obat target terapi.

1 dari 1 halaman

Kemitraan dengan Pemerintah

pemerintah

Selain itu, Merck juga melanjutkan kemitraan Pemerintah- Swasta (Public-Private Partnership), dengan Kementerian Kesehatan untuk edukasi tiroid. Begitu juga dengan Apotek Kimia Farma dan Ikatan Apoteker Indonesia untuk program peningkatan kapasitas apoteker.

Sebagai informasi, segmen usaha biopharma berkontribusi 74 persen terhadap total penjualan perusahaan. Pada tahun 2019, perusahaan asal Jerman ini berhasil membukukan laba sebesar Rp78 miliar. Naik 109 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp37 miliar.

Selain itu, hingga semester I-2020, perusahaan ini mencetak laba sebesar Rp43 miliar. Meningkat 234 persen dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp13 miliar.

[idr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *