Kantor Pusat Tutup Sementara, ACT Tetap Optimalkan Layanan Kemanusiaan

Jakarta, – Dalam memberikan layanan terbaik bagi jutaan umat di masa pandemik ini, keluarga besar Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun tak luput dari ujian. Seiring dengan meningkatnya angka kasus positif COVID-19 di Indonesia, saat ini 11 personel di Kantor Pusat ACT dan 1 anggota keluarga personel dinyatakan positif terpapar COVID-19 setelah melakukan swab test . 

Penanganan sesuai protokol COVID-19 telah dilakukan, termasuk melaporkan kondisi tersebut ke Gugus Tugas COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Para personel ACT yang terpapar COVID-19 langsung ditangani oleh tim dokter khusus, diberikan penanganan medis intensif, dan dukungan nutrisi optimal dalam proses isolasi mandiri sesuai protokol yang ada. Saat ini, perkembangan kesehatan mereka semakin membaik hingga hari ini. 

“Setiap personel ACT memahami bahwa tugas kemanusiaan di saat pandemik COVID-19 sangat berat. Tapi bagi kami, hal yang lebih berat adalah menyaksikan banyak saudara kami yang sedang kesusahan bahkan sampai tidak punya lagi bahan pangan di rumah. Setelah 11 personel ACT dan 1 anggota keluarga dinyatakan terpapar COVID-19, kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta. ACT mengambil kebijakan untuk menutup sementara aktivitas Kantor Pusat ACT di Menara 165, Jakarta Selatan, untuk maslahat yang lebih besar,” tegas Ibnu di Jakarta, Kamis (30/7). 

1. ACT berkomitmen tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di bidang kemanusiaan

Kantor Pusat Tutup Sementara, ACT Tetap Optimalkan Layanan Kemanusiaanmuslimobsession.com

Penutupan Kantor Pusat ACT dimulai sejak Jumat (31/7) hingga Ahad (2/8). Kantor Pusat ACT akan beraktivitas kembali pada Senin (3/8) mendatang. Namun, ACT berkomitmen tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, baik di bidang kemanusiaan maupun dalam penyelenggaraan Iduladha melalui dukungan 43 Kantor Cabang ACT dan optimalisasi layanan online .

“Dengan segala kerendahan hati, kami mohon kesediaan sahabat-sahabat dermawan untuk mendoakan mereka agar kembali sehat walafiat, serta bagi ribuan relawan dan ratusan karyawan lainnya dijaga Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar tetap dalam kondisi prima, agar mampu optimal bekerja dalam berbagai misi kemanusiaan nasional dan global,” ujar Presiden ACT Ibnu Khajar.

2. ACT menggerakkan kepedulian masyarakat dan menyalurkannya melalui pendistribusian pangan

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Pengakuan Korban Fetish Kain Jarik, Awalnya Kasihan Malah Dilecehkan
  • Heboh Rambut Pasha ‘Ungu’, Kemendagri: Gak Ada Aturannya, Gak Masalah
  • Muhammadiyah: Nadiem Datang Minta Maaf dan Janji Evaluasi POP

Kantor Pusat Tutup Sementara, ACT Tetap Optimalkan Layanan Kemanusiaan/ACT

Ibnu Khajar juga menyampaikan, penanganan dampak COVID-19 yang semakin masif tidak terlepas dari mendesaknya kebutuhan masyarakat selama pandemik, utamanya medis dan pangan. 

“Selama lima bulan terakhir ini, pandemik kian menggerogoti sektor medis dan ekonomi umat. Dampaknya sangat signifikan. Oleh karenanya, kami terus berjuang membersamai perjuangan tim medis di garda terdepan hingga mendampingi masyarakat prasejahtera yang terdampak langsung resesi ekonomi akibat wabah corona. Kami gerakkan kepedulian masyarakat dan menyalurkannya melalui pendistribusian pangan hingga pemberdayaan usaha ultra mikro,” jelas Ibnu di Jakarta, Kamis (30/7).

3. ACT berada di lini terdepan melayani jutaan masyarakat Indonesia dan dunia yang terdampak pandemik

Kantor Pusat Tutup Sementara, ACT Tetap Optimalkan Layanan Kemanusiaan/ACT

Seperti yang diketahui, lima bulan sudah pandemik COVID-19 mendera Indonesia. Tidak hanya menyerang di aspek kesehatan saja, COVID-19 juga melumpuhkan sendi ekonomi bangsa. Luasnya dampak multidimensi dari wabah tersebut menggerakkan ACT untuk berada di lini terdepan melayani jutaan masyarakat Indonesia dan dunia yang terdampak. 

Sejak Maret hingga akhir Juli ini, tercatat sekitar 250 ribu aksi kemanusiaan dilakukan dan menjangkau 26 provinsi di Indonesia dan 5 negara terdampak krisis kemanusiaan. Aksi tersebut meliputi layanan kesehatan dan disinfeksi, rangkaian program pemenuhan kebutuhan pangan, hingga pemberdayaan bagi masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi dari pandemik. 

Aksi tersebut melibatkan ratusan ribu dermawan, puluhan ribu relawan, dan ratusan karyawan di 43 Kantor Cabang ACT di 34 provinsi dengan menaati peraturan pemerintah dalam menjalankan protokol penanganan COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *