Disnaker DKI Minta TV One Berikan Bukti Jika Benar Tak Ada Karyawan Positif Covid-19

Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta menyambangi kantor TV One untuk melakukan konfirmasi adanya kasus positif Covid-19. Berdasarkan keterangan dari perusahaan, hasil pemeriksaan tes usap terhadap sejumlah karyawannya negatif.

Kepala Disnaker, Andri Yansyah mengatakan, pemeriksaan tes usap dilakukan secara mandiri. Menurut pihak perusahaan, mereka ingin memastikan ada tidaknya penularan virus Corona di tempat mereka bekerja.

“TV One tadi mendapatkan bahwa benar terjadi karyawan yang (terinfeksi) Covid. Tapi karyawan itu melakukan tes secara mandiri. Pihak perusahaan merasa ingin mendapatkan keyakinan makanya dites kembali,” katanya, Selasa (28/7).

Setidaknya, imbuh Andri, ada 30 karyawan TV One yang melakukan tes usap secara mandiri dan menunjukan hasil negatif. Untuk meyakinkan tindak lanjut terhadap protokol selanjutnya, dia meminta, perusahaan menunjukan bukti hasil negatif karyawannya.

Berdasarkan pengakuan tersebut, Andri mengatakan, pihaknya belum memerintahkan pihak TV One menutup kantornya sementara waktu untuk sterilisasi. Sebab untuk menutup satu kegiatan usaha dengan alasan adanya kasus Covid-19 harus ditunjukan bukti tertulis.

“Belum, kita belum bisa melakukan tindakan kalau belum ada bukti. Informasi yang saya dapat saya serahkan, tinggal nanti feedback dalam bentuk berita acara,” jelasnya.

1 dari 1 halaman

Andri kembali menegaskan, pihaknya tidak lalai dalam melakukan pengawasan terhadap perkantoran di seluruh Jakarta. Hanya saja, Disnaker DKI terkendala dengan keterbatasan jumlah personel.

Oleh karena itu, dia meminta agar setiap perkantoran memiliki tim gugus tugas untuk mempercepat setiap langkah yang dilakukan tiap ada temuan kasus konfirmasi positif.

Andri juga menuntut agar perkantoran jujur jika menemukan kasus positif. Padahal, imbuh Andri, jika perkantoran jujur tidak akan berdampak hukum bagi mereka. Meski secara protokol perkantoran aktivitas harus ditutup terlebih dahulu untuk dilakukan sterilisasi.

“Saya membutuhkan kerja sama semua perusahaan bahwa perusahaan itu harus mau melaporkan diri kalau ada pekerjanya yang terpapar. Penyakit ini bukan penyakit aib, memalukan, dengan adanya informasi yang valid, jujur, kita sama-sama menanggulangi penyakit itu supaya tidak secara masif menyebar ke karyawannya. Itu yang ingin kita tanamkan,” tutupnya.

[fik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *