CEK FAKTA: Tidak Benar Denda Tilang pada Struk Jalan Tol Jombang-Mojokerto

Viral di media sosial terkait struk pembayaran tol yang ditambah dengan denda tilang batas kecepatan terjadi di ruas jalan tol dari Jombang ke Mojokerto atau sebaliknya.

Berdasarkan foto yang beredar, si pengguna kendaraan membayar tarif tol sebesar Rp17.500 dan denda tilang karena melanggar batas kecepatan di atas 100 km per jam sebesar Rp71.500 dengan tulisan balance.

tidak benar denda tilang pada struk jalan tol jombang mojokerto

Istimewa

Penelusuran

Cek Fakta menelusuri klaim struk pembayaran tol yang ditambah dengan denda tilang batas kecepatan terjadi di ruas jalan tol Jombang-Mojokerto.

Dilansir dari Liputan6.com berjudul berjudul, “Viral Struk Tol dan Denda Tilang Batas Kecepatan, Operator: Itu Hoaks.” Ka Dept Operasi Astra Tol Jombang-Mojokerto Udhi Dwi Saputro menjelaskan informasi tersebut tidek benar.

Arti balance di struk tol tersebut adalah sisa uang yang ada di kartu e-toll bukan total pembayaran yang harus dikeluarkan si pengguna tol.

“Memang informasi tersebut tidak benar, karena balance adalah sisa saldo, bukan bayar tilang,” jelas Udhi saat berbincang dengan Liputan6.com, melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2020).

Udhi menyatakan, pencatuman kecepatan rata-rata pada struk pembayaran tol merupakan bentuk improvement Astra Tol Jomo (Jombang-Mojokerto) untuk menekan angka kecelakaan yang sebagian besar over speed.

Penghitungan kecepatan rata-rata ini diukur dengan metode tersendiri, yaitu dari gerbang ke gerbang.

Dengan menghitung jarak, lalu waktu yang ditempuh, sehingga diketahui hasil kecepatan rata-rata kendaraan pengguna jalan tol.

“Ini sebagai bentuk imbauan kepada pengguna jalan untuk mengatur kecepatannya. Tapi, memang ada yang sepertinya disinformasi balance, itu tilang padahal bukan. Karena yang berhak melakukan tilang adalah pihak kepolisian atau PJR di jalan tol,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jika berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013, tentang Jaringan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4 Pada pasal 23 ayat 4, disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan tol yaitu 60 hingga 100 km per jam, sesuai dengan rambu lalu lintas yang terpasang.

Kesimpulan

Klaim struk pembayaran tol yang ditambah dengan denda tilang batas kecepatan terjadi di ruas jalan tol Jombang-Mojokerto adalah tidak benar.

Ka Dept Operasi Astra Tol Jombang-Mojokerto Udhi Dwi Saputro menjelaskan kata balance dalam struk tersebut adalah sisa saldo yang ada di kartu e-toll, bukan bayar tilang

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *