Cara Unik Kades Semarang Bantu Siswa Belajar Online di Area Blank Spot

Semarang, – Setiap orang punya cara sendiri untuk mengatasi masalahnya terutama bagi para siswa yang belajar saat pandemik COVID-19. Adalah Ahmad Nuri, seorang Kades Sepakung, Kabupaten Semarang yang mampu membuat gebrakan agar anak-anak di desanya bisa tetap menikmati proses pembelajaran secara daring.

Walau berada di lokasi susah sinyal dan terpencil, proses belajar anak sekolah di sana masih berjalan lancar. Ketika berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Gedung A lantai 2 kantor Gubernur Jateng, Nuri dengan gamblang mengatakan bahwa dirinya memilih menggunakan dana desa untuk menyulap daerahnya menjadi desa pintar lengkap dengan jaringan internet.

1. Internet di Desa Sepakung telah menjangkau wilayah sampai tingkat RW

Cara Unik Kades Semarang Bantu Siswa Belajar Online di Area Blank SpotANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Akses internet kini sudah menjangkau ke semua RW. Ia juga ingin tahun depan internet akan bisa dinikmati di setiap RT.

“Jadi meskipun area kami susah signal, anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman saat proses belajar daring. Semua anak-anak di desa kami bisa belajar dengan nyaman, dengan fasilitas internet yang lancar,” ujarnya, Rabu (29/7/2020). 

Baca Juga: Pantau Perkembangan COVID-19 di Jateng, Menkes Ngantor di Semarang

2. Sang kades menyediakan kuota internet 30 Mbps untuk pembelajaran daring

Cara Unik Kades Semarang Bantu Siswa Belajar Online di Area Blank SpotSeorang ibu memberikan bimbingan belajar online anaknya selama pandemik COVID-19. /Ervan Masbanjar Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Viral, Pelajar SMP di Kudus Jadi Korban Bully Gegara Rebutan Cowok
  • Belasan Calon Pengantin di Semarang Tertipu WO Abal-abal
  • Pasien Meninggal di Semarang Karena Broncopneumonia Bukan Virus Corona

Nuri mengaku telah menyediakan kuota internet 30 Mbps demi menjamin kelancaran belajar anak-anak di desanya. Mereka bisa mengakses secara gratis.

“Itu dikelola BUMDes pak, jadi sementara yang siswa gratis. Tapi tahun depan kalau sistem daring masih berjalan, kami akan kenakan tarif 50 persen dari tarif biasanya. Kalau biasanya per kepala rumah tangga Rp50 ribu per bulan, maka diminta membayar Rp25 ribu saja,” imbuhnya.

Bagi siswa yang tidak memiliki gadget , pihak sekolah, lanjutnya, menerjunkan gurunya ke desa untuk mengajar anak-anak dengan tatap muka. Siswa dikumpulkan 10 orang untuk diajari guru yang datang.

Pihaknya sudah menerjunkan Satgas Jogo Tonggo untuk mengawal program ini, sekaligus memastikan protokol kesehatannya berlangsung dengan baik. 

3. Ganjar apresiasi pak Kades bikin wifi dimana-mana

Cara Unik Kades Semarang Bantu Siswa Belajar Online di Area Blank SpotGubernur Jateng Ganjar Pranowo saat bertemu guru SMAN 1 Semarang. Dok Humas Pemprov Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang takjub dengan terobosan tersebut mengungkapkan bila hal tersebut menjadi cara jitu untuk menyelesaikan persoalan daerah blank spot .

“Ini contoh keren, pak Kades membuat jaringan wifi di mana-mana bahkan bisa meng- cover 100 persen sampai wilayah RW. Sekarang mau ditingkatkan lagi sampai ke RT. Hebat ini,” jelas Ganjar.

“Ini sudah jalan dan bagus banget. Dana desa dioptimalkan, satgas Jogo Tonggo bisa berjalan maksimal, ini keren dan menurut saya, ini solutif. Saya sih yakin, pasti ada solusi dari setiap persoalan yang ada, tinggal kita mau atau tidak menemukan solusi itu,” tandasnya.

Baca Juga: COVID-19 di Semarang Meroket, Ganjar Sarankan Aktivitas Warga Dibatasi Lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *