6 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, RSUD AW Syachranie Batasi Pelayanan

Enam tenaga kesehatan di RSUD AW Syachranie menjalani isolasi mandiri, usai terkonfirmasi positif Covid-19. RSUD di bawah pengelolaan Pemprov Kalimantan Timur itu pun membatasi aktivitas pelayanan kesehatan ke masyarakat.

RSUD AW Syachranie sementara tidak lagi menerima pasien baru yang dirawat di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) dan Intensive Care Unit (ICU).

“Pasien yang sudah ada di ICCU dan ICU, tetap kami rawat. Tapi, kami tidak terima dulu pasien baru, atau rujukan dari rumah sakit lain,” kata Kepala Instalasi, Humas dan PKRS RSUD AW Syachranie Samarinda, dr Arysia Andhina, Rabu (29/7).

Dia menerangkan, kebijakan itu diambil manajemen, bukan tanpa alasan. Disebabkan terkontaminasi oleh pasien positif Covid-19. Sehingga, memerlukan waktu untuk disterilkan.

Arysia menjelaskan, meski secara umum pelayanan medis tetap berlangsung seperti biasa, namun berimbas kepada pelayanan lainnya. Seperti, membatasi kegiatan operasi yang sifatnya tidak darurat.

“Jam pelayanan di Poli Rawat Jalan, kami kurangi waktunya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kontak dan berkumpulnya warga (di ruang tunggu Poli Rawat Jalan),” terangnya.

“Kami, RSUD AW Syachranie sudah berkoordinasi dengan rumah sakit yang lain, untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan pasien ke tempat (rumah sakit) lain,” tambah Arysia.

Sementara itu, dilansir Dinas Kesehatan Kota Samarinda hari ini, 6 tenaga kesehatan di RSUD AW Syachranie itu menjadi klaster baru penularan Covid-19. Per hari ini, Rabu (29/7), kota Samarinda mencatat 273 kasus positif Covid-19, dan sembuh 152 kasus dan angka meninggal 10 kasus.

Dalam penjelasan virtual, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak menerangkan, total hari ini ada penambahan 57 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Timur. Penambahan tertinggi di kota Balikpapan dengan 27 kasus baru.

“Total ada 1.307 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara yang sembuh dari Covid-19 berjumlah 857 kasus, dan 28 kasus meninggal. Kasus yang masih menjalani perawatan berjumlah 422 kasus,” kata Andi. [fik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *