PN Selatan: Joko Tjandra Masih Bisa Mengajukan PK Kembali

Jakarta, – Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Suharno, mengatakan meski sidang peninjauan kembali (PK) Joko Soegiarto Tjandra tak diterima, buronan kasus hak tagih (cessie) itu masih bisa mengajukan PK kembali.

“Tugas pokok Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atau Pengadilan Negeri di seluruh Indonesia pada prinsipnya adalah menerima, memeriksa dan memutus. Apapun itu yang diajukan oleh masyarakat atau pencari keadilan, kita tidak boleh menolaknya. Itu suatu azas, harus kita terima, kita periksa dan kita putus,” katanya di PN Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).

1. PK Joko Tjandra tak diterima karena selalu mangkir

PN Selatan: Joko Tjandra Masih Bisa Mengajukan PK KembaliSidang PK Joko Tjandra (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Suharno mengatakan pihaknya memutuskan tidak menerima permohonan PK Joko Tjandra karena dia empat kali tak hadir dalam sidang. Ditambah lagi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Senin, 27 Juli 2020 meminta hakim menolak permohonan Joko.

“Menetapkan, menyatakan permohonan PK dari pemohon atau terpidana Joko Soegiarto Tjandra tidak dapat diterima dan berkas perkaranya tidak dilanjutkan ke Mahkamah Agung,” katanya.

Suharno menjelaskan, penetapan ini megacu pada ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2012, juncto Nomor 7 Tahun 2014. Dimana, pemohon seharusnya wajib hadir dalam sidang PK, akan tetapi Joko selalu mangkir.

“Bukan ditolak, tapi tidak diterima. Karena pengertian ditolak dan tidak dapat diterima itu lain. Kalau ditolak dalam hal ini sudah sampai di pokok perkara. Kalau tidak dapat diterima, itu masih berkaitan dengan syarat formilnya,” jelas Suharno.

2. PN Jakarta Selatan sudah menyampaikan keputusan itu kepada Joko

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Naik Drastis, Kasus Penyelewengan Bansos COVID-19 Kini Jadi 102
  • 4 Juta ASN Bakal Dapat Gaji ke-13 pada Agustus, Kamu Termasuk Gak?
  • Polisi Bantah Komentar Ayah Yodi Prabowo tentang Baju Tanpa Darah 

PN Selatan: Joko Tjandra Masih Bisa Mengajukan PK KembaliDeretan ulah Joko Tjandra (/Arief Rahmat)

PN Jakarta Selatan, kata Suharno, sudah menyampaikan keputusan itu kepada Joko. Dia menegaskan, perkara ini tidak dilanjutkan lagi.

“Disampaikan hari ini Rabu, 29 Juli 2020. Dan yang menerima sudah kami sampaikan untuk Joko atau pemohon adalah security, sedangkan untuk pihak Kejaksaan adalah petugas PTSP atas nama Astri. Terus kuasa hukumnya, diterima oleh Doli Pratama,” ungkapnya.

3. Joko diduga kabur ke Papua Nugini usai divonis 2 tahun penjara

PN Selatan: Joko Tjandra Masih Bisa Mengajukan PK KembaliFoto Dokumentasi ANTARA – Terdakwa kasus Bank Bali sekaligus Dirut PT Era Giat Prima, Joko S Tjandra mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2000) (ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta)

Untuk diketahui, Joko mengajukan PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 8 Juni 2020. Namun, Joko tidak hadir sebanyak empat kali sejak sidang pertama pada Senin, 29 Juni 2020.

Joko divonis bebas ketika persidangan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2008 lalu. Namun, Kejaksaan Agung tidak terima atas vonis itu. Mereka kemudian mengajukan PK ke Mahkamah Agung. 

Hasilnya, Joko dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi hak tagih Bank Bali dan dijatuhi vonis 2 tahun bui. Hakim Agung ketika itu juga memerintahkan agar Joko membayar denda Rp15 juta dan uangnya senilai Rp546 miliar di Bank Bali dirampas untuk negara. 

Namun, sehari setelah vonis dari MA, Joko sudah tidak lagi ditemukan di Indonesia. Ia diduga kabur ke Papua Nugini. 

Baca Juga: MAKI Ancam Laporkan Hakim Bila Berkas PK Joko Tjandra Dikirim ke MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *