Bukukan Laba, PT Merck Bagi-bagi Dividen Rp58,2 Miliar 

Jakarta, – Perusahaan sains dan teknologi PT Merck Tbk membagikan dividen tahun buku 2019 sebesar Rp58,2 miliar atau Rp130/unit saham. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan secara daring, Rabu (29/7/2020).

Presiden Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin, mengatakan perseroan membukukan laba tahun 2019 sebesar Rp78 miliar atau meningkat 109 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp37 miliar.

Sementara total penghasilan komprehensif mencapai Rp76 miliar. Pendapatan operasional yang dilanjutkan meningkat 22 persen dari Rp612 miliar pada 2018 menjadi Rp745 miliar pada 2019.

“Laba usaha operasional yang dilanjutkan meningkat dari Rp47 miliar menjadi Rp126 miliar pada 2019, atau meningkat sebesar 166 persen,” jelas Evie.

1. Laba PT Merck Tbk pada semester 1 2020 meningkat 234 persen

Bukukan Laba, PT Merck Bagi-bagi Dividen Rp58,2 Miliar Ilustrasi untung rugi (/Arief Rahmat)

Pada semester 1 2020, kata Evie, laba dari operasi yang dilanjutkan di semester 1 tahun 2020 meningkat sebesar 425 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, laba usaha meningkat dari Rp13 miliar menjadi Rp43 miliar atau meningkat sebesar 234 persen.

Peningkatan laba usaha tersebut turut didorong oleh kontribusi dari bisnis Biopharma dan BBO yang meningkat Rp18,7 miliar atau meningkat 256,2 persen dibandingkan tahun lalu.

“Catatan kinerja yang positif ini menjadi pendorong bagi perseroan untuk bekerja lebih keras agar tidak sekadar bisa bertahan menghadapi ketidakpastian akibat pandemi wabah COVID-19, tetapi juga mampu tetap bersaing dalam industri yang terus bergerak maju,” kata Evie.

2. Penjualan di segmen usaha Biopharma tumbuh 16 persen

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Vaksin COVID-19 Buatan Dalam Negeri Ditargetkan Mulai Diproduksi 2022 
  • Ini Investasi yang Tepat Kamu Koleksi dan Jual saat Resesi
  • Qatar Airways Layangkan Arbitrase Lawan 4 Negara Arab 

Bukukan Laba, PT Merck Bagi-bagi Dividen Rp58,2 Miliar Ilustrasi Industri/Pabrik (/Arief Rahmat)

Pada divisi Biopharma, kata Evie, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 16,0 persen di tahun 2019, jauh melesat dibandingkan pertumbuhan pasar obat resep dan industri farmasi secara umum, yang masing-masing hanya tumbuh sebesar 3,6 persen dan 2,9 persen. Menurut Evie, pencapaian tersebut mendorong kontribusi divisi Biopharma untuk perseroan, yaitu dari 45 persen di tahun 2018 menjadi 74 persen di tahun 2019.

“Perseroan juga berupaya meningkatkan peneterasi bisnis di sektor swasta melalui program M-CARE, serta bekerja sama dengan rumah sakit agar pasien bisa mendapatkan obat target terapi,” kata Evie.

Hal itu sejalan dengan tujuan divisi Biopharma yaitu As One for Patients. Selain itu, lanjutnya, Merck juga melanjutkan kemitraan Pemerintah Swasta (Public-Private Partnership), dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk edukasi tiroid dan dengan Apotek Kimia Farma dan Ikatan Apoteker Indonesia untuk program peningkatan kapasitas apoteker.

3. Produksi Plant Pasar Rebo naik 32,21 persen

Bukukan Laba, PT Merck Bagi-bagi Dividen Rp58,2 Miliar Presiden Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin (/Indiana)

Selain itu, lanjut Evie, kinerja positif dan kapasitas pabrik juga memungkinkan Plant Pasar Rebo untuk menjadi manufacturing hub bagi Merck untuk Asia Tenggara. Pada 2019, produksi di Plant terealisasi menjadi 788 juta tablet dan kapsul naik 32,21 persen dari 596 juta pada tahun 2018.

“Sementara itu, pasar ekspor berkontribusi 49 persen terhadap total volume penjualan perseroan, sementara 51 persen penjualan berasal dari pasar domestik,” ungkapnya.

Pada lini bisnis yang berfokus pada Bahan Baku Farmasi (BBO) berhasil membukukan penjualan hingga Rp107 miliar. Tercatat kenaikan pertumbuhan 19 persen dibandingkan tahun lalu. Penjualan ini mendorong kenaikan kontribusi BBO terhadap total pendapatan Perseroan, yaitu dari 8 persen di tahun 2018 menjadi 14 persen di tahun 2019.

“Perseroan akan memperkuat Bisnis BBO dan  optimis akan menambah pasar bahan baku obat di Indonesia dengan standar produk tinggi yang disertai dokumentasi yang komprehensif dan menyeluruh,” kata Evie.

Baca Juga: Biofarma Mulai Uji Klinis Calon Vaksin COVID-19 pada 3 Agustus 2020 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *